PEKANBARU - Janji akan membentuk Pansus yang diumbar DPRD
Indragiri Hulu terkait dugaan skandal seks bupati Inhu Yopi Arianto
membuat masyarakat kecewa.
Pasalnya, hingga saat ini aspirasi yang sudah disampaikan warga itu tak kunjung dipenuhi dewan.
"Kita sudah tiga hari membuat posko. Namun, hingga hari ini tak satupun anggota dewan yang datang. Malah janji akan membentuk Pansus hingga saat ini pun belum terealisasi," ujar Ketua KNPI Inhu, Supri Handayani kepada politikriau.com.
Dijelaskannya, sejauh ini masyarakat terus memberikan dukungan terhadap gerakan untuk mendesak DPRD Inhu memanggil Bupati Inhu agar mengklarifikasi pengakuan soal skandal seksnya.
"Tadi perwakilan LAM Inhu juga datang. Dari HMI juga datang memberikan dukungan," sebutnya.
Namun, hingga saat ini tak satu pun anggota DPRD Inhu muncul. Kantor perwakilan rakyat itu mendadak kosong.
"Ketua DPRD Inhu kabarnya mendadak umroh. Dan, sebagian besar anggota dewan pergi kunjungan kerja ke luar kota. Memang ada juga yang tak berangkat, tapi mereka tak ada yang datang," katanya.
Karena itu, tegas Supri, besok beberapa elemen masyarakat Inhu akan menyegel kantor DPRD Inhu sebagai bentuk protes atas sikap bungkam para wakil rakyat tersebut terhadap dugaan kasus seksual Bupati Inhu Yopi Arianto.
"Besok kami akan menggelar aksi. Karena dewan bungkam, kami akan menyegel kantor DPRD Inhu," tegasnya.
Pasalnya, hingga saat ini aspirasi yang sudah disampaikan warga itu tak kunjung dipenuhi dewan.
"Kita sudah tiga hari membuat posko. Namun, hingga hari ini tak satupun anggota dewan yang datang. Malah janji akan membentuk Pansus hingga saat ini pun belum terealisasi," ujar Ketua KNPI Inhu, Supri Handayani kepada politikriau.com.
Dijelaskannya, sejauh ini masyarakat terus memberikan dukungan terhadap gerakan untuk mendesak DPRD Inhu memanggil Bupati Inhu agar mengklarifikasi pengakuan soal skandal seksnya.
"Tadi perwakilan LAM Inhu juga datang. Dari HMI juga datang memberikan dukungan," sebutnya.
Namun, hingga saat ini tak satu pun anggota DPRD Inhu muncul. Kantor perwakilan rakyat itu mendadak kosong.
"Ketua DPRD Inhu kabarnya mendadak umroh. Dan, sebagian besar anggota dewan pergi kunjungan kerja ke luar kota. Memang ada juga yang tak berangkat, tapi mereka tak ada yang datang," katanya.
Karena itu, tegas Supri, besok beberapa elemen masyarakat Inhu akan menyegel kantor DPRD Inhu sebagai bentuk protes atas sikap bungkam para wakil rakyat tersebut terhadap dugaan kasus seksual Bupati Inhu Yopi Arianto.
"Besok kami akan menggelar aksi. Karena dewan bungkam, kami akan menyegel kantor DPRD Inhu," tegasnya.










No comments: