MAKASSAR - TAK hanya di komisi, sejumlah legislator asal Sulsel asal Koalisi Merah Putih (KMP) turut terpilih masuk di alat kelengkapan dewan lainnya di Senayan.
Berdasarkan hasil komposisi fraksi yang disetor ke pimpinan DPR RI, tersebar lima legislator yang masuk di badan musyawarah, badan legislasi, badan urusan rumah tangga, dan badan kerjasama antar parlemen.
Misalnya Markus Nari dari Partai Golkar. Selain diplot di Komisi V DPR RI, legislator dua periode ini masuk di badan musyawarah. Di badan legislasi, ada nama Azikin Solthan (Gerindra) dan Bahrum Daido. Azikin berada di Komisi II sedangkan Bahrum di Komisi V.
Sementara Hamka B Kady dari Partai Golkar dan Amran dari PAN, diplot di badan urusan rumah tangga. Terakhir ada nama
A Fauziah Pujiwatie Hatta di badan kerjasama antar parlemen.
Mengenai komposisi badan anggaran (banggar), hampir dipastikan mengakomodasi Akmal Pasluddin dari PKS. Akmal menggantikan Tamsil Linrung yang periode sebelumnya menjabat wakil ketua banggar. Namun, komposisi banggar bisa diketahui jika alat kelengkapan dan komisi sudah rampung.
Azikin Solthan yang dikonfirmasi masih enggan berkomentar terlalu banyak lantaran komposisi itu masih belum resmi.
“Belum ada keputusan resmi, kalau sudah resmi, nanti saya hubungi,” tuturnya, kemarin.
Terpisah, legislator NasDem DPR RI A Lutfi A Mutty mengatakan, sejauh ini fraksi NasDem di senayan belum mempersiapkan nama-nama yang akan diplot pada komposisi komisi dan alat kelengkapan. Sebab kata dia, saat ini partainya masih menunggu pengumuman kabinet Jokowi-JK.
“Itu dimaksudkan agar orang-orang yang ditempatkan pada komisi nantinya sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Karena Kalau tidak sesuai dikhawatirkan akan Jadi anggota dewan 5 D (datang, duduk, diam, dengar, duit) alias tidak bunyi,” ujarnya.
Sementara, menanggapi terkait peluangnya ditempatkan di badan legislasi (Baleg) DPR RI, Lutfy tak menampik hal tersebut. Meski demikian, dia mengatakan masih menunggu kepastian dari fraksi NasDem di DPR RI.
“Belum tahu dimana, masih kami tunggu dulu kepastiannya,” katanya.
Bekas Bupati Luwu Utara dua periode ini mengungkapkan, Fraksi Partai Nasdem tidak menginginkan anggotanya minim kontribusi pemikiran. Olehnya, melalui proses selektif nantinya, dapat melahirkan legislator yang ditempatkan sesuai dengan track record serta keahliannya.
“Intinya, NasDem menginginkan anggotanya memberi kontribusi pemikiran atas kehidupan berbangsa dan bernegara, jangan sampai minim pemikiran dan tidak ‘bunyi’ di DPR nanti,” tandasnya.










No comments: