MAKASSAR –SDN 166 Mattiro Bulu Kab. Pinrang belum lama ini meraih sebuah prestasi yang membanggakan, yaitu Juara I Lomba Budaya Mutu Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) tingkat Sekolah Dasar se-Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2014. “Predikat juara ini diperoleh setelah perjuangan berat, melewati seleksi yang sangat ketat, bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik yang ada di Kab./Kota se-Sulawesi Selatan,” ujar Pak Abrar, Kepala Sekolah SDN 166 Mattiro Bulu Kab. Pinrang, baru-baru ini (12/10).
![]() |
| Kepala Sekolah SDN 166 Mattiro Bulu Pinrang salami presiden setelah menerima Anugerah Guru Terbaik Tingkat Nasional dalam penerapan nilai konstitusi pada siswa SDN pada tahun 2011 |
Kunci untuk menjadi juara tersebut, menurut Abrar, ada dua: pertama, disiplin dan rajin untuk mendokumentasikan semua kegiatan sekolah; kedua dan yang lebih penting adalah melaksanakan modul I USAID PRIORITAS secara konsisten dan sungguh-sungguh. “Faktor paling utama bisa menang kompetisi ini adalah menjalankan modul I USAID PRIORITAS dengan konsisten baik modul pembelajarannya maupun manajemen berbasis sekolahnya,” kata Abrar.
Sekolah Dekat dengan Masyarakat, Salah satu aspek Manajemen Berbasis Sekolah yang dijalankan dengan konsisten oleh SDN 166 Mattiro Bulu adalah meningkatkan peran serta masyarakat untuk pengembangan sekolah. Agar masyarakat ikut merasa memiliki sekolah, kepala sekolah berusaha menjalin hubungan baik dengan komite dan orang tua siswa, baik dengan pertemuan formal maupun pertemuan informal. Komite sekolah yang diangkat pun terdiri dari tokoh-tokoh yang memang dekat dengan masyarakat. Ketuanya adalah kepala desa dan wakilnya kepala dusun. Sedangkan enam anggota lainnya adalah tokoh-tokoh yang dekat dengan masyarakat.
Selain pertemuan silaturahmi biasa, kepala sekolah membuat kebijakan mengadakan pengajian rutin dan yasinan pada hari Jum’at di sekolah bersama komite dan masyarakat. Pengajian ini sering diisi dengan ceramah atau diskusi-diskusi lepas yang difasilitasi kepala sekolah dan komite tentang bagaimana membangun sekolah dan berpartisipasi aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan. “Saya biasa menekankan bahwa menyumbang terhadap anak yang mencari ilmu itu tak ternilai pahalanya, sama dengan menyumbang masjid dan tempat ibadah lainnya,” terang Abrar. Dengan ceramah dan motivasi yang menggugah semacam itu, menurutnya, orang tua siswa menjadi lebih perduli dengan sekolah. “Apalagi setelah program pendidikan gratis, ada anggapan bahwa semua masalah sekolah adalah tanggung jawab pemerintah. Masyarakat harus sering didekati dan diberi pengertian bahwa pendidikan adalah juga tanggung jawab orang tua dan seluruh masyarakat,” urainya.
Komite dan perwakilan orang tua juga dilibatkan dalam pertemuan formal penyusunan rencana kegiatan dan anggaran pengembangan sekolah. Rencana program ini didasarkan atas kondisi riil sekolah, masalah yang dihadapi sekolah, program dan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan pertemuan tersebut, masyarakat menjadi semakin sadar akan peran mereka dan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan untuk pengembangan sekolah
Tidak hanya itu, komite dan orang tua siswa juga dipersilahkan langsung meninjau sekolah dan pembelajaran di kelas. Mereka duduk mengamati pembelajaran dan menjadi paham terhadap proses dan kebutuhan-kebutuhan yang muncul dalam pembelajaran, seperti alat tulis menulis, bahan pajangan dan sebagainya. Mereka juga mengontrol dan ikut berpartisipasi dalam berbagai aktivitas pengembangan di sekolah.
Dengannya adanya pendekatan-pendekatan tersebut, masyarakat sekitar sekolah SDN 166 Mattiro Bulu merasa memiliki dan menjadi bagian dari sekolah.
Salah satu contoh menariknya adalah keterlibatan komite dan orang tua siswa secara langsung memelihara dan menjaga taman-taman sekolah. Mereka membagi diri menjadi kelompok berdasarkan kelas tempat anaknya belajar. Orang tua siswa kelas satu, umpamnya, memelihara dan mengembangkan taman di samping sekolah. Orang tua kelas dua di bagian lain. Masing masing orang tua kelas siswa mendapat bagian sendiri-sendiri. Mereka terlibat dalam mengecat, menanam pohon atau menyumbangkan bunga taman tersebut, sehingga taman sekolah menjadi asri dan kaya sebagai sumber belajar.
Karena merasa memiliki sekolah, orang tua siswa dan komite bahkan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sederhana pelayanan sekolah seperti menyambut tamu, menjadi panitia pekan olahraga, kesenian dan lain-lain.
Keterlibatan mereka juga dalam mencarikan dana-dana untuk sekolah. Selain secara sukarela menyumbang langsung, komite dan orang tua siswa secara kreatif mengorganisasikan dan merencanakan sendiri kegiatan menampung partisipasi masyarakat untuk pengembangan sekolah. Untuk itu, komite membuat proposal yang ditujukan kepada tokoh masyarakat atau perusahaan misalnya proposal pengadaan barang kesenian, proposal perbaikan halaman sekolah dan lain-lain. Komite dengan demikian berperan secara aktif dalam menyambungkan hubungan sekolah dengan masyarakat atau perusahaan.
Agar dana-dana yang masuk tersebut secara transparan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk sumbangan-sumbangan pribadi yang masuk, maka dibuat papan penerimaan sumbangan di sekolah. Para donatur menuliskan sendiri di papan sumbangan tersebut nama dan jumlah sumbangan yang diberikan untuk sekolah.
Sedangkan dana yang lain juga dipertanggungjawabkan lewat pertemuan evaluasi dan pertanggungjawaban setiap tahun dengan masyarakat. Setiap program dievaluasi bersama. Pemasukan dan pengeluaran komite, dibuat sendiri oleh komite dan disampaikan langsung kepada masyarakat dan sekolah. Evaluasi dan pertanggungjawaban seperti ini diadakan setiap sebuah program selesai dilakukan dan secara umum setiap akhir semester.
Diantara dampak dekatnya hubungan sekolah dengan masyarakat ini adalah banyaknya sarana prasarana sekolah yang berdiri atas bantuan orang tua atau masyarakat pada umumnya. Sarana prasarana tersebut seperti taman sekolah, taman baca, timbunan untuk halaman sekolah, tempat-tempat sampah, alat-alat olahraga dan kesenian, sumbangan pot-pot dan bunga-bunga untuk taman sekolah, sumbangan kegiatan-kegiatan keagamaan, komputer dan alat UKS dari puskesmas dan lain-lain.
Keterlibatan masyarakat semakin menguat karena sekolah juga menunjukkan peningkatan prestasi-prestasi dalam berbagai ajang kompetisi yang diadakan. Diantara prestasi akademiknya adalah mewakili Kabupaten Pinrang dalam oliempiade Matematika, mewakili Kabupaten Pinrang dalam lomba-lomba pentas Pendidikan Agama Islam, Pandai Bercerita dan lain-lain (JT).










Terimakasih sudah memberitakan, USAID PRIORITAS sangat menginspirasi
ReplyDelete