JAKARTA—Sejumlah elemen masyarakat asal Walenrang Lamasi di Jakarta
Jumat (15/11) malam, menggelar pertemuan informal di Kelapa Gading
Jakarta Utara. Pertemuan yang membahas seputar masalah krusial
perjuangan pemekaran Luwu Tengah ini menyepakati terbentuknya Komite
Percepatan Pembentukan Kabupaten Luwu Tengah
Tokoh Pemuda Walmas, Wahyuddin SAg MSi, mengatakan, pertemuan
tersebut membahas masalah perjuangan pemekaran Luwu Tengah yang sudah
menjadi isu nasional dengan adanya aksi bentrok dengan pihak aparat.
Pembahasan yang dilakukan sejumlah tokoh Walmas ini, membicarakan
seputar nasib pembentukan Luwu Tengah yang harus segera disikapi agar
secepatnya dapat terbentuk
” Dalam pertemuan tersebut setidaknya ada dua poin besar yang kami
sepakati bersama. Pertama kami elemen masyarakat Walmas yang ada di
Jakarta, sangat menyesalkan aksi anarkhis yang terjadi dalam aksi demo
memperjuangkan pembentukan Luwu Tengah, ” Ungkap Wahyuddin
Yang kedua lanjut Wahyuddin, dalam pembahasan seputar perjuangan
pembentukan Luwu Tengah, menyepakati untuk mengawal lebih intens
pembentukaan kabupaten Luwu Tengah di Jakarta yang telah memasuki
tahapan krusial. ” Sekaitan dengan upaya mengawal perjuangan pembentukan
Luteng di Jakarta, kami menyepakati membentuk satu Tim khusus untuk
mengawalnya. Malam itu kami menyepakati Tim khusus pembentukan Luwu
Tengah ini kita berikan nama Komite Percepatan Pembentukan Luwu Tengah
dan malam itu juga disepakati akan di koordinatori Listan CR, ” ungkap
alumni Pesantren Modern Datok Sulaiman Palopo itu
Terpisah, Listan CR yang ditemui membenarkan adanya pertemuan
sejumlah elemen masyarakat Walmas yang ada di Jakarta untuk mengawal
perjuangan pembentukan Luteng tersebut. ” Memang benar pertemuan
tersebut kita gagas bersama dan disepakati untuk segera mengawal
pemekaran Luteng yang saat ini urusannya sudah di Jakarta, ” ungkap
Listan
Listan mengatakan, dengan terbentuknya komite percepatan pembentukan
kabupaten Luwu Tengah ini harus segera dilakukan langkah-langkah
strategis tanpa harus berlama-lama mengingat semakin krusialnya
pembentukan 65 DOB di parlemen DPR RI. Listan mengatakan ada beberapa
langkah strategis yang harus ditempuh untuk itu.
” Komite percepatan Pembentukan Luteng ini harus mengemban amanah
dengan penuh rasa tanggung jawab dan harus segera dituntaskan. Disamping
itu setiap langkah strategis yang diambil akan dilakukan kordinasi
intens dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan tokoh masyarakat Walmas, ”
ungkap Listan
Lanjut Listan, pengawalan yang dilakukan Komite Percepatan
Pembentukan Luteng ini, tidak lagi membahas masalah yang lalu, yang
membuat perjuangan pemekaran Luteng mengalami berbagai kendala. ” Komite
tidak akan membahas masalah yang telah lalu, sebab jika kita lakukan
itu, maka itu merupakan langkah mundur.Yang harus kita lakukan hanya
tiga hal saja, ” kata Listan
Yang pertama, kata Listan, pihak komite bertugas sekuat tenaga untuk
berjuang di Senayan (baca DPR RI,red) sehingga lahir Rancangan
Undang-undang Pembentukan Kabupaten Luteng. Kedua, setelah RUU lahir,
pihak Komite kembali berjuang sekuat tenaga agar RUU tersebut dapat
masuk dibahas di DPR RI hingga dapat ditetapkan menjadi undang-undang.
Langkah ketiga yakni, setelah Undang-undang terbentuk, pihak komite
melakukan langkah untuk mengawal Amanat Presiden RI, ” terang Listan
Selaku kordinator komite percepatan pembentukan Luwu Tengah, Listan
menegaskan, dalam melaksanakan ketiga tugas di atas, mutlak kiranya
pihak komite untuk senantiasa berkonsultasi dengan Bupati Luwu selaku
pemerintah daerah yang mana mewakili atau sebagi representasi daerah
yang ingin dimekarkan.
” Esensi dari sebuah pemekaran kabupaten yang baru tentunya haruslah
ada sikap yang sejalan dengan pemerintah kabupaten daerah induk yang
ingin dimekarkan, dan itu dibutuhkan komitmen dari Pemkab Luwu. Sejauh
ini kami melihat Bapak Bupati Luwu, HA Mudzakkar sudah memperlihatkan
niat itu dan hal itu tidak bisa diabaikan. Bahkan informasi yang kami
terima beliau sendiri sudah meminta atau bersurat ke sekretariat komisi
II DPR RI untuk melakukan audiensi dengan anggota komisi II DPR RI untuk
membahas Luteng dan aksi mahasiswa yang berjuang mendesak pembentukan
Luteng
Listan menambahkan, terkait terbentuknya komite percepatan
pembentukan Luteng dan komitmen Pemkab Luwu, bahkan sejumlah tokoh
Walmas sudah menemui Bupati Luwu HA Mudzakkar di Jakarta untuk membahas
lebih intens langkah apa yang harus diambil demi memperjuangkan
terbentuknya kabupaten Luwu Tengah. Sabtu lalu sudah ada tokoh Walmas
yang menemui Bapak Bupati, diantaranya Emi Tallesang, Salce Tallama, Muh
Cristian Mangiwa dan Bara Ingaran, ” tandas Listan, seraya mengatakan
segenap elemen masyarakat maupun wadah yang sudah terbentuk sebelumnya
tetap akan dilibatkan dan menjadi sebagai kekuatan yang tidak
terpisahkandari komite untuk menggedor dan mempercepat pembentukan
kabupaten Luwu tengah
Terpisah, Bupati Luwu, HA Mudzakkar di Jakarta mengatakan, pihaknya
amat merespon berbagai upaya yang dilakukan oleh elemen masyarakat
Walmas untuk mengawal pembentukan Kabupaten Luwu Tengah. “Pada
prinsipnya saya mewakili pemerintah kabupaten induk amat merespon upaya
pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan tidak ada niat sedikit pun untuk
menghalang-halangi. Hanya saja, saya sangat mengharapkan dibutuhkan
kebersamaan dengan melibatkan semua elemen yang ada juga pemerintah dan
wakil rakyat kita untuk memperjuangkan pembentukan kabupaten Luwu
Tengah, ” tandas Mudzakkar, seraya mengatakan dirinya selama di Jakarta
juga intens melakukan pertemuan dengan berbagai pihak sehubungan
pembentukan Luwu Tengah termasuk melakukan pertemuan lintas fraksi di
Senayan, juga melakukan komunikasi informal dengan sejumlah tokoh Walmas
di Jakarta. @Bidik Percepatan Lahirnya RUU Luteng










No comments: