Pada kunjungan hari ke 4 di Sulawesi Selatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) didampingi Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono meninjau peternakan milik PT. Berdikari United Live Stock (PT. BULS) seluas 6.623.1 Ha yang merupakan peternakan terintegrasi meliputi kegiatan peternakan dan pertanaman pada Sabtu (22/2) di Desa Bila, Kecamatan Pituriase, Kabupaten Sindenreng Rappang, Sulawesi Selatan.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara mengungkapkan peternakan sapi merupakan bisnis atau usaha yang prospeknya bagus. Ia menyebutkan, kebutuhan daging sapi makin kedepan makin banyak, sebab ekonomi indonesia tumbuh dengan baik penghasilan orang seorang juga meningkat, dan kebutuhan untuk makanan yang bergizi terus meningkat.
Pada kesempatan itu, Kepala Negara mengungkapkan peternakan sapi merupakan bisnis atau usaha yang prospeknya bagus. Ia menyebutkan, kebutuhan daging sapi makin kedepan makin banyak, sebab ekonomi indonesia tumbuh dengan baik penghasilan orang seorang juga meningkat, dan kebutuhan untuk makanan yang bergizi terus meningkat.
“Kesimpulannya peternakan atau sapi merupakan bisnis atau usaha, yang prospeknya bagus, terus terang dari 15 komoditas pangan yang baik yaitu (1) beras, (2) gula, (3) jagunga, (4) kedelai, (5) daging sapi yang masih kurang terus telah yang masih kurang kedelai dan daging sapi, Kedelelai masih banyak yang kita butuhkan, demikian juga daging sapi", kata Kepala Negara
Lebih lanjut Kepala Negara menegaskan, kalau kita hanya bergantung kepada Australia, New Zealand, membeli sapi atau daging sapi, tidak baik bagi Indonesia, tidak baik bagi negeri kita, karena membuat kita bergantung kepada Impor.
Lebih lanjut Kepala Negara menegaskan, kalau kita hanya bergantung kepada Australia, New Zealand, membeli sapi atau daging sapi, tidak baik bagi Indonesia, tidak baik bagi negeri kita, karena membuat kita bergantung kepada Impor.
Mestinya, lanjut Kepala Negara, di negeri sendiri kita kembangkan untuk memproduksi daging sapi. "Kita akan terus kembangkan dan tingkatkan peternakan sapi ini, pertama-pertama untuk mensejahterakan mereka yang bekerja di tempat ini, dan yang kedua untuk meningkatkan suplay dan ketersediaan sapi dan daging sapi di seluruh Indonesia" papar Presiden SBY.
Dalam kesempatan itu Presiden SBY meminta agar masyarakat kita tidak selalu membeli dari luar negeri. “Jadilah tuan rumah di negeri sendiri, dan mudah-mudahan membawa kesejahteraan dan kesehatan bagi rakyat kita,” tutur SBY.
PT. BULS tahun ini direncanakan akan menambah indukan sapi sebanyak 5.000 ekor dan penggemukan sebanyak 9.000 ekor . "Kami akan terus menambah jumlah indukan sapi, karena kami telah berkomitmen untuk membangun industri peternakan, dan memasok kebutuhan daging nasional," tutur Ria Kusumaningrum Direktur Utama PT. Berdikari Livestock.
Lebih lanjut Ria menjelaskan bahwa PT. BULS dalam menjalankan industrinya menerapkan teknologi Inseminasi buatan (IB) dan Embrio Transfer (ET) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Sidrap untuk mendapatkan sapi yang berkualitas tinggi.
PT. BULS tahun ini direncanakan akan menambah indukan sapi sebanyak 5.000 ekor dan penggemukan sebanyak 9.000 ekor . "Kami akan terus menambah jumlah indukan sapi, karena kami telah berkomitmen untuk membangun industri peternakan, dan memasok kebutuhan daging nasional," tutur Ria Kusumaningrum Direktur Utama PT. Berdikari Livestock.
Lebih lanjut Ria menjelaskan bahwa PT. BULS dalam menjalankan industrinya menerapkan teknologi Inseminasi buatan (IB) dan Embrio Transfer (ET) bekerjasama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Sidrap untuk mendapatkan sapi yang berkualitas tinggi.
"Kami telah melakukan kemitraan dengan peternakan setempat untuk pengembangbiakan sapi Bali yang merupakan jenis sapi andalan Indonesia. Selain itu kami juga menggagas perkebunan kemitraan bersama masyarakat untuk menunjang pakan sapi," papar Ria
Ria mengungkapkan kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar dan dilakukan di dalam area PT. BULS, sehingga diharapankan juga dapat membangun ekonomi warga di sekitar peternakan tersebut.
Ria mengungkapkan kegiatan itu melibatkan masyarakat sekitar dan dilakukan di dalam area PT. BULS, sehingga diharapankan juga dapat membangun ekonomi warga di sekitar peternakan tersebut.
Pada kesempatan yang sama Bupati Sidrap, Rusdi Mase dalam kesempatan ini juga menambahkan pemerintah daerah khususnya Kabupaten Sidrap sangat mendukung pengembangan peternakan dan pertanian terutama yang melibatkan pemberdayaan masyarakat, sebaagaimana saat ini Kabupaten Sidrap adalah salah satu sentra produksi pangan di Sulawesi Selatan.
Selanjutnya Presiden SBY beserta rombongan melakukan panen raya bersama masyarakat Kabupaten Sindenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Presiden SBY tampak senang berada di tengah petani Sidrap. Usai memanen padi, SBY mencoba mobil panen dengan bimbingan petani.
Selanjutnya Presiden SBY beserta rombongan melakukan panen raya bersama masyarakat Kabupaten Sindenreng Rappang, Sulawesi Selatan. Presiden SBY tampak senang berada di tengah petani Sidrap. Usai memanen padi, SBY mencoba mobil panen dengan bimbingan petani.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perhubungan EE. Mangindaan, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Koperasi Syarief Hasan, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.
(Kun/Humas Setkab/Es)










No comments: