RANTEPAO - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan ia mendukung pengembangan Tana Toraja dalam sektor pariwisata.
"Toraja
nomor dua setelah Bali. Saya minta Menteri PU untuk melebarkan jalan memperluas dan memperbaiki jalan menuju
Toraja ini," kata SBY usai menerima
gelar adat warga kehormatan masyarakat Toraja di Kolam Makale, Tanah Toraja.
Sulawesi Selatan, Kamis (20.2).
"Saya
mendengar Toraja juga terkenal kopinya. Saya minta Menko Perekonomian untuk
mengembangkan dan memasarkan kopi Toraja ke pasar dunia, " kata Presiden.
Kedatangan
Presiden SBY dan Ibu Negara Hj. Ani Yudhoyono ke Tana Toraja disambut meriah
warga setempat. Para siswa SD, SMP dan SMA
menyambut Presiden SBY di sepanjang jalan jalur kunjungan.
Dalam dua hari ini warga juga memasano spanduk, baliho selamat datang di beberapa titik mulai perbatasan Kabuoaten Enrekang hingga perbatasan Palopo.
Dalam dua hari ini warga juga memasano spanduk, baliho selamat datang di beberapa titik mulai perbatasan Kabuoaten Enrekang hingga perbatasan Palopo.
"Lelah
saya hilang melihat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Toraja. Sepanjang
jalan dari Makassar saya buka kaca jendela," kata Presiden SBY menanggapi
meriahnya sambutan warga.
Sejumlah
obyek wisata terkenal di Tanah Tiraja Utara
termasuk kompleks rumah adat di Ke'te Kesu dan Kuburan Gantung Lando
berdandan dan menyiapkan tarian khusus.
"Manakala
ada orang baik datang , orangToraja akan
menyambut lebih baik. Tapi kalau afa orang nakal, orang Toraja akan lebih
nakal," kata Sule, warga Lempe,
Kecamatan Mengkendek, Tator.
Tokoh masyarakat usia
lebih 70 tahun ini menambahkan bahwa dia telah menyuruh anak cucunya untuk
menurup toko, berhenti jualan di pasar, dan berhenti berladang satu hari demi
menyambut kedatangan Presiden SBY."Bagi orang Toraja, kedatangan Presiden SBY merupakan sejarah dan pertanda baik. Kalau dalam setahun tidak ada tamu yang datang ke Toraja, kami harus bertanya dosa apa kami," kata Sulel.
Presiden SBY merupakan Preaiden RI pertama yang menyusuri Makkasar - Toraja sepanjang lebih dari 300 km.
Menyertai kunjungan Presiden dan sejumlah menteri antara lain Menparekraf Mari Elka Pangestu, Mendikbud M Noeh, Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.










No comments: