![]() |
| Para Guru dan Murid yang menuntut ilmu di SMP Islam Nahdatul Wathan, usai acara Wisuda murid TK, di Desa Taripa, Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, |
LUWU TIMUM - Seperti dalam sambutan yang
disampaikan Syamsul Bahri (Syamsul), Ketua pengurus SMP Islam Nahdatul
Wathan Desa Taripa,Kecamatan Angkona, Kabupaten Luwu Timur, mengenai
usia sekolah masih masih sangat dini (baru 2 tahun-Red), tetapi
menurutnya, siswa yang menuntut ilmu di SMP Islam Nahdatul Wathan yang
terletak di desa terpencil (Desa Taripa) itu mampu bersaing dalam hal
ilmu pendidikan dengan sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Luwu
Timur.
"Bukti nyata yang sudah dipersembahkan murid di sekolah
(SMP Islam Nahdatul Wathan-red) ini sudah banyak, seperti penghargaan
berupa piala dari berbagai pertandingan yang telah diikuti," kata
Syamsul, di Taripa, Luwu Timur, Sabtu (21/6/14).
Selain itu,
Syamsul mengungkapkan, bahwa para murid SMP kelas 7 dan 8 juga sudah
mampu bercakap menggunakan bahasa asing (inggris). Disamping itu para
siswa juga telah dilatih untuk menguasai ilmu technologi computer serta
ilmu agama islam.
"Mereka (Murid-red) sudah mampu bercakap
menggunakan bahasa inggris, kami juga melatih murid agar mampuh
menguasai computer dan ilmu agama islam," ungkapnya.
Sekolah SMP
Islam Nahdatul Wathan yang didirikan oleh segenap tokoh masyarakat di
Desa Taripa mendapat apresiasi yang hangat dari Pemerintah Daerah(Pemda)
Luwu Timur. Tujuannya untuk bersama-sama memberantas buta hurup serta
dapat memajukan kesejahteraan masyarakat lewat pendidikan.
"InsyaAllah
dalam waktu dekat ini akan dibangun lagi sekolah Ibtida’iyah, setingkat
Sekolah Dasar (SD), meningat animo masyarakat yang sangat apresiatif
menyambut keberadaan sekolah ini, sehingga para pendiri dan pengurus
yayasan selalu berusaha untuk menciptakan pendidikan yang berkwalitas,"
ucap Syamsul.
Sekedar diketahui, Sekolah SMP Islam Nahdatul
Wathan saat ini telah bernaung di Dinas Pendidikan, Kebudayaan,
Pariwisata, Pemuda Dan Olah Raga (Dikbudparmudora) Kabupaten Luwu Timur.
Sebelumnya, Sekolah tersebut bernaung di Yayasan Nahdatul Wathan (NW),
yang didirikan atas dasar gotong royong/swadaya masyarakat. Sekolah ini
baru memiliki 3 ruang kelas belajar (RKB), 2 RKB difungsikan sebagai
tempat belajar mengajar, dan satu RKB di manfaatkan sebagai ruangan guru
dan kepala sekolah.*










No comments: