728x90 AdSpace

Sosok Tokoh
Breaking

TERKINI

    HOT KOMENT

    Translate

    Lutim

    ADS 1

    Ads[none]

    Ads[none]

    Sepakbola
    Thursday, January 23, 2014

    Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Apresiasi Wali Kota Gelar Temu Wirausaha Perantau Siap Berinvestasi..!!!

    PALOPO - Acara temu wirausaha yang digagas Pemerintah Kota Palopo berlangsung sukses dan mampu memikat hati pengusaha asal Tana Luwu di perantauan. Mereka sepakat berinvestasi di kampung halaman.Temu wirausaha bagi para perantau tentu menjadi peluang untuk membuka usaha guna membantu pemerintah dalam mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian untuk maju dan sejajar dengan daerah lainnya di Indonesia. Tidak hanya sekadar itu, bagi perantau yang memadati gedung SaodenraE Convention Centre (SCC), Rabu 22 Januari 2013, temu wirausaha adalah ajang untuk membangun jalinan silaturahmi antara pemerintah se-Tana Luwu dengan masyarakat Luwu di rantau. Hal ini sejalan dengan maksud dari Pemkot Palopo.

    Para pengusaha antusiasme mendukung jalannya temu wirausaha karena berprinsip bahwa sukses membangun usaha di perantauan, kenapa tidak kesuksesan itu ditularkan di kampung asalnya. Makanya, ketika tampil sebagai success story pada temu wirausaha di SCC, dari 100-an pengusaha di SCC, empat di antaranya berniat dan siap membenamkan investasinya di Kota Palopo.

    Mereka adalah Ir A Samad, Emmi Sambo Tallesang, H Jamain Hidayat, Mursalim. Ir A Samad adalah entrepreneur sukses membangun gurita bisnis teve kabel di Kota Batam. Ia di Batam membangun sebuah statisun televisi namanya Batam TV. Kesuksesan di perantauan, dicoba untuk ditularkan di Kota Palopo dengan berinvestasi di bidang broadcast yakni Palopo TV. ''Dengan adanya sebuah stasiun televisi diharapkan bisa membuat Kota Palopo lebih maju lagi,'' ujarnya.

    Sedangkan Emmi Sambo Tallesang, bija Luwu asal Walenrang ini tertarik untuk bergerak di sektor pariwisata di Kota Palopo. ''Saya lihat Kota Palopo ini sangat potensi di bidang pariwisata. Soalnya sangat dekat dengan Kabupaten Tana Toraja yang mana diketahui bidang pariwisata Tana Toraja sangat maju,'' kata Emmi, yang merupakan pengusaha properti, perhotelan, dan juga pemilik Bandara Papua ini.
    Investasi yang ditawarkan Emmi, dirinya berkeinginan membangun hotel dan juga restoran. Karena, menurutnya, potensi untuk membangun hotel dan restoran di Kota Palopo sangatlah potensial. Namun, terlebih dahulu Emmi akan membangun dan membenahi objek-objek wisata dan menghidupkan sanggar tari di Kota Palopo.

    ''Dan ketika pariwisata hidup di Kota Palopo, tentu saja toko-toko, bisnis jasa, dan pedagang sembako akan laris, dan tentu saja akan menghidupkan usaha-usaha kecil di Kota Palopo,'' sebut Emmi yang lahir di Desa Batusitanduk, Walenrang ini.
    Tapi, sebelum melangkah lebih dalam untuk menanamkan investasi tersebut, Emmi akan mempelajari terlebih dahulu potensi daerah Palopo, dan mengadakan survei dan angket sejauh mana prospek dalam membangun iklim investasi tersebut.
    ''Tanpa melakukan survei ketika ingin membangun bisnis, dipastikan akan gagal nantinya, karena dalam berbisnis, hitung-hitungannya harus matang,'' tegasnya.
    Untuk itu, Emmi meminta kepada Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, untuk membenahi Bandara Bua. Pasalnya, jika Bandara Bua sudah bagus, maka investor tak akan berpikir dua kali lagi untuk berinvestasi di Kota Palopo.

    Hal senada juga disampaikan H Jamain Hidayat, yang merupakan pengusaha asal Tana Luwu yang sukses di Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim). H Jamain yang datang dengan mengenakan batik ini yakin perekonomian di Kota Palopo akan terus berkembang, karena potensi yang ada di Kota Palopo sangat besar.

    Sebutlah potensi batu dan pasir yang dimiliki Kota Palopo sangat besar. Bos PT Allo Jaya ini berkeinginan membangun investasi di Kota Palopo dengan menghidupkan Pelabuhan Tanjung Ringgit.

    ''Saat berkunjung ke Pelabuhan Tanjung Ringgit, saya melihat potensi pelabuhan ini sangat besar. Jika pelabuhan ini dibenahi dan dibangun peti kemas, maka tentunya barang-barang yang akan masuk ke Palopo tak melalui Makassar atau Parepare lagi, melainkan langsung ke Pelabuhan Tanjung Ringgit,'' sebutnya.
    Sementara itu, salah seorang pengusaha rumput asal Kota Palopo, Mursalim, juga menginginkan agar produksi rumput laut di Kota Palopo lebih baik lagi kualitasnya.

    ''Kami telah melakukan ekspor rumput laut sejak tahun 2008 dengan menghidupkan koperasi. Di tahun 2013 lalu, kami telah mampu menyumbang devisa sebesar 7.500 dollar kepada Kota Palopo diluar transaksi antar pulau dalam penjualan rumput laut,'' tandasnya.

    Pada acara pembukaan temu wirausaha yang dimulai pukul 10:00 Wita, Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Bramantyo, salut dan mengapresiasi kegiatan temu wirausaha yang digagas Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir, MH. Sampai-sampai, ia mengaku baru pertama kali menghadiri acara dimana semua pengusaha yang sukses di perantauan dikumpul dalam suatu acara, yakni temu wirausaha.

    Deputi Bidang Produksi Kementerian Koperasi dan UKM RI, mengatakan, temu wirausha ini diharapkan bisa berdampak baik kepada perkembangan daerah di Tana Luwu ini. "Saya belum pernah dengar cita-cita seperti ini, selain di Palopo ini. Beliau mengumpulkan pengusaha yang ada di tana rantau untuk kembali membangun tanah asalnya," ujarnya.

    Bramantyo juga menyampaikan pesan Menteri Koperasi UKM Syarif Hasan yang tidak sempat hadir pada acara itu. Ia mengatakan, ada empat pesan penting yang dititip Syarif Hasan, yakni masalah kesiapan menghadapi masyarakat ASEAN, Sumber Daya Manusia (SDM), gerakan kewirausahaan, dan sinergitas antara pemda dan pemerintah pusat.

    "Dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN pada 31 Desember 2015 mendatang, kita harus mengembangkan potensi yang kita miliki. Saya mengapresiasi langkah wali kota ini dengan adanya KHILAN. Program KHILAN ini bisa dikatakan salah satu bentuk kesiapan pemda untuk menghadapi perdangan bebas. Untuk itu, kami berjanji akan senantiasa mensupport binaan khilan ini," ujarnya.
    Ia juga mengatakan, untuk mengadapi perdagangan bebas, maka yang harus diperkuat adalah dari sektor produksi. Daerah harus memperkuat basis produksi. Harus mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif. "Kemudian untuk sektor SDM. Kita harus memperkuat skil untuk menghadapi perdagangan bebas. Pendidikan juga sangat penting dalam hal ini," katanya.
    Untuk program pengembangan kewirausahaan. Ia mengatakan, pihaknya juga fokus melakukan pengembangan dan pembinaan wirausaha pemula. Ia juga menyarankan agar pemerintah daerah bersinergi dengan pemerintah pusat dalam program-programnya. 

    "Kita latih para wirausaha pemula, dan akan kami berikan modal maksimal Rp25 juta. Sebab saat ini kita masih 1,65 persen wirausaha. Padahal, untuk menjadi negara maju, harus minimal 2 persen dari pendudukanya yang menjadi wirausaha," ujarnya.

    Menurutnya, dalam menghadapi economic ASEAN community atau perdagangan bebas dengan sesama negara ASEAN, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI memberikan saran agar semua daerah, terkhusus Luwu Raya ini bisa memperkuat basis produksi, sebab jangan sampai hanya kuat dan menjadi basis konsumsi dari negara lain.
    Gubernur Sulsel, H Syahrul Yasin Limpo, melalui Kepala Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Provinsi Sulsel, Ir Kasim Alwi, mengatakan, Kota Palopo termasuk empat terendah inflasinya setelah Makassar, Watampone, dan Parepare. Sementara Indeks Pembangunan Manusia (IPM) rata-rata ketiga di Sulsel dari Makassar dan Parepare.

    "Salah satu program untuk mengurangi angka pengangguran adalah dengan menciptakan wirausaha 100 orang di setiap desa," ujarnya.

    Ketua Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Luwu Raya (PB KKL Raya), Buhari Kahhar Mudzakkar, mengatakan, mengapresiasi acara temu wirausaha yang pertama kalinya dilakukan. "KKL Raya sangat mengapresiasi acara temu wirausaha ini. Namun, yang paling penting dalam pertemuan ini. Para perantau ini, sebelum balik ke tana rantau, harus ada rencana investasi di Palopo atau Tana Luwu ini. Sebab setelah sukses di tana rantau, tetap kita harus membangun daerah asal kita," tegasnya.

    Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir MH, mengatakan, akan memberikan segala kemudahan jika ada pengusaha yang ingin melakukan investasi di Kota Palopo ini. Judas juga menaruh harapan yang banyak bagi perantau sukses asal Tana Luwu ini bisa kembali membangun Kota Palopo ini.
    "Temu wirausaha ini untuk keluarga yang sukses di tana rantau kita undang. Sebelum pulang, silakan sampaikan jika ada yang kurang. Saya ingin bangun Palopo dengan diskusi. Sebab diskusi adalah bagian dari pemberdayaan dan partisipasi masyarakat," ujarnya.

    Ia juga mengatakan, dirinya menganggap Palopo ini maju jika hasil bumi dari daerah sekitar, seperti Luwu Raya, Toraja, dan bahkan Morowali, bisa dikapalkan di pelabuhan Palopo. Juga barang-barang yang dijual di daerah tetangga, barang-barangnya bersumber dari pelabuhan Palopo. 

    "Kami butuh bantuan dari para pengusaha sukses kita di tana rantau ini. Kami sudah latih juga pelaut 100 orang per tahun, ada juga pembekalan keterampilan. Ini semua kami harapkan kepada para keluarga kami di tana rantau bisa membantu. Bantuannya minimal bisa memasarkan hasil dari keterampilan dari sini. Untuk pelaut, kami harapkan kalau ada sahabat atau kapalnya, bisa dipanggil orang yang telah kami didik," ujarnya.
    Judas juga menawarkan investasi di kawasan Sampoddo Lemolemo (Salemo). "Reklamasi pantai, yang akan kami bagun, sudah ada perencanaan. Setelah diukur konsultan, setelah pantai ini ditimbun, ada sekitar 3.200 ha lahan yang bisa dijadikan lahan investasi. "Kami juga berhap banyak kepada keluarga di rantau, ada yang bisa membantu investasi penimbunan pantai," ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Sulampapua, Suhedi, dalam pemaparannya, mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi suatu wilayah sangat dipengaruhi pertumbuhan wirausaha dan pembangunan jaringan infrastruktur. Kota Palopo ini masuk dalam grand strategy Sulsel yang ditetapkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Makassar.

    "Yang dapat dilakukan wija to Luwu dari perantau adalah bagaimana mendorong investasi di daerah ini, khususnya yang dapat menggerakkan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Palopo ini termasuk tertinggi di Sulsel, bahkan sudah berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional," tandasnya.
    Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sulsel, H Alim Bachri, mengatakan, yang terpenting yang harus dilakukan adalah bagaimana membangun jaringan usaha secara regional dan nasional. Potensi daerah harus dikembangkan melalui Kadin atau kerjasama Kadin. "Daerah harus membangun jaringan bisnis yang baik. Harus membangun produk yang bernilai tambah. Hasil bumi daerah yang dijual sudah dalam bentuk setengah jadi," ujarnya.

    Ketua Panitia Pelaksana, yang juga Kepala BPMD Kota Palopo, Renaldi SE MM, mengatakan, temu wirausaha ini bertujuan untuk membangun jaringan silatrahim antara pemerintah dengan para wija to Luwu yang sukses di tana rantau. Baik itu sukses dari segi birokrasi, bisnis, dan juga politik. "Ini juga ajang penjajakan peluang investasi, dan yang paling penting adalah upaya mensejahterakan masyarakat Palopo," ujarnya.
    Di antara pengusaha yang hadir adalah para pengusaha dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan pengusaha lokal di Kota Palopo ini.

    REKOMENDASI

    Temu wirausaha yang berlangsung seharian telah melahirkan sebuah sejarah baru. Sejarah baru karena nanti Wali Kota Palopo, HM Judas Amir-Akhmad Syarifuddin jadi pemimpin di Kota Palopo, kegiatan yang mempertemukan perantau yang sukses membangun usaha di rantauan digelar.
    Makanya, perantau dengan Pemerintah Kota Palopo 

    bersama masyarakat berkomitmen untuk memberdayakan segenap potensi masyarakat Palopo perantau dan mengembangkan semangat wirausaha, dengan ini memberikan rekomendasi. Ada lima isi rekomendasi dari temu wirausaha itu, yakni, yang pertama; melembagakan kegiatan dalam bentuk yayasan pengembangan kualitas sumber daya manusia Tana Luwu, melalui aktivitas pemberian beasiswa, pelatihan wirausaha, serta penyiapan modal usaha, kedua; merekomendasikan kepada pengusaha sukses di tana rantau untuk berinvestasi di Tana Luwu (Palopo), ketiga; memberikan peluang kerja dan prioritas bagi tenaga kerja asal Palopo berdasarkan standar kompetensi, keempat; merekomendasikan kepada pemerintah se Tana Luwu untuk menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan berkala, kelima; merekomendasikan terbentuknya forum komunikasi dan investasi antara pemerinta Kota Palopo dengan pihak Bank Indonesia (BI), Kadin, dan para pengusaha bija to Luwu yang sukses di tana rantau.(ufo-rhm/ary/e)
    Deputi Kementerian Koperasi dan UKM Apresiasi Wali Kota Gelar Temu Wirausaha Perantau Siap Berinvestasi..!!! Reviewed by LUWU RAYA TV NEWS on 12:54:00 PM Rating: 5 PALOPO - Acara temu wirausaha yang digagas Pemerintah Kota Palopo berlangsung sukses dan mampu memikat hati pengusaha asal Tana Luwu ...

    No comments:

    Ads[none]