PALOPO - Sebagai salah satu upaya Pemkot Palopo menggaungkan kembali nama tiga
kerajaan besar yang pernah berkuasa di Sulsel, dan upaya agar Tana Luwu ini diperhitungkan,
maka Pemkot menjalin kerjasama dengan Gowa dan Bone.
Momentum Hari Jadi Tana Luwu (HJL) ke-746 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-68 dimanfaatkan untuk melakukan deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti Tellumpoccoe, di Istana Kedatuan Luwu, Rabu 22 Januari 2014, malam tadi.
Penandatanganan ini dilakukan langsung Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, dan mewakili Bupati Bone, bersama para pemangku adat di tiga kabupaten/kota, yakni Datu Luwu, Raja Gowa, dan Raja Bone.
Momentum Hari Jadi Tana Luwu (HJL) ke-746 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-68 dimanfaatkan untuk melakukan deklarasi yang ditandai dengan penandatanganan prasasti Tellumpoccoe, di Istana Kedatuan Luwu, Rabu 22 Januari 2014, malam tadi.
Penandatanganan ini dilakukan langsung Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, Bupati Gowa, H Ichsan Yasin Limpo, dan mewakili Bupati Bone, bersama para pemangku adat di tiga kabupaten/kota, yakni Datu Luwu, Raja Gowa, dan Raja Bone.
Penandatanganan prasasti itu sebagai tanda kerjasama tiga daerah ini di bidang budaya dan persaudaraan, serta kerjasama di bidang lain. Deklarasi ini menjadi perekat kembali persaudaraan tiga kerajaan yang ada di Sulsel ini.
Persaudaraan antara tiga kerajaan besar yang pernah ada di Sulsel, saat ini sudah tidak terlalu nampak. Bahkan, antara anak muda, mahasiswa sering berbeda paham yang berujung pada melayangnya nyawa.
Untuk itu, di antara upaya Pemkot Palopo untuk menyatukan dan memperekat kembali tali persaudaraan dan persahabatan antara tiga kerajaan besar yang pernah ada, akan dilakukan deklarasi adat budaya TellumpoccoE, yakni Luwu, Gowa, dan Bone.
Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir MH, mengatakan, deklarasi adat budaya TellumpoccoE dari tiga kerajaan yang pernah berkuasa pada masa lampau ini bertujuan untuk memperekat tali persaudaraan antara tiga bekas kerajaan ini, yakni Luwu, Gowa, dan Bone, yang disebut dengan TellumpoccoE.
"Kita ingin menjadikan deklarasi menjadi perekat kekeluargaan antara kita, antara Tana Luwu ini dengan Gowa dan Bone. Jadi Bupati Gowa akan membawa pemangku adatnya, Bupati Bone juga demikian, dan kita bersama-sama menandatangani deklarasi TellumpoccoE ini," ujarnya.










No comments: